Sabtu, 04 Juni 2016

SIKLUS HIDUP PENGEMBANGAN SISTEM (SDLC)

Apa itu SDLC ?
   Siklus Hidup Pengembangan Sistem dapat didefinisikan sebagai serangkaian aktivitas yang dilaksanakan oleh profesional dan pemakai sistem informasi untuk digembangkan dan mengimplementasikan sistem informasi.
Siklus hidup pengembangan sistem informasi saat ini terbagi atas menjadi enam fase, yaitu :
}  Perencanaan sistem
}  Analisis sistem
}  Perancangan sistem secara umum / konseptual
}  Evaluasi dan seleksi sistem
}  Merancangkan sistem secara detail
}  Implementasi sistem
}  Pemeliharaan / Perawatan Sistem

Perencanaan sistem
Perencanaan Sistem adalah proses membuat sebuah Laporan Perencanaan Sistem yang digunakan oleh informasi yang menghubungan dan mendukung tujuan bisnis dan operasi organisasi. Perencanaan Sistem menyangkut pekiraan dari kebutuhan fisik, tenaga kerja dan modal yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan sistem operasinya.
Siapa yang merencanakan sistem ?
}  Kebijakan untuk di gembangkan sistem informasi dilakukan oleh manajemen karena manajemen harus  memeraih kesempatan yang ada yang tidak dapat di raih oleh sistem yang lama atau karena sistem yang lama masih mempunyai kelemahan yang perlu diperbaiki  (misal meningkatkan produktivitas, efektivitas dan pelayanan).
}  Manajemen puncak sangat membantu dalam perencanaan sistem. Manajemen puncak terdiri dari CIO, CEO, CFO dan eksekutif senior perwakilan yang lain.
Proses Perencanaan Sistem
}  Merencanakan proyek-proyek sistem yang dilakukan oleh staf perencana
}  Menentukan proyek sistem yang akan dikembangkan, dilakukan oleh komite pengarah

Analisis sistem
Penguraian dari suatu Sistem Informasi yang seutuh ke dalam bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan dapat mengevaluasi pada permasalahan, kesempatan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikannya. Hasil dari analisis sistem adalah laporan yang dapat digambarkan sistem yang telah dipelajari dan diketahui bentuk permasalahannya serta rancangan sistem baru yang akan dibuat atau dikembangakan.
Tujuan Analisis Sistem
}  Memberikan pelayanan kebutuhan informasi kepada fungsi manajer di dalam pengendalian pelaksanaan kegiatan operasional perusahaan
}  Membantu para pengambil keputusan
}  Penilaian sistem yang telah ada
}  Merumuskan tujuan yang ingin dicapai berupa pengolahan data atau pembuatan laporan baru
}  Menyusun suatu tahap rencana pengembangan sistem
Yang perlu diperhatikan oleh sistem analis
}  Mempelajari permasalahan yang ada secara terinci
}  Menentukan pendekatan yang akan digunakan dalam memecahkan masalah
}  Membuat suatu pertimbangan apakah perlu atau tidak menggunakan cara komputerisasi
Langkah-langkah
  1. Mengidentifikasi masalah
          Mengidentifikasi penyebab masalah
  1. Analisis sistem
          Mengidentifikasi solusi dari masalah
  1. Analisis Kebutuhan
          Mengidentifikasi data apa dan proses apa yang dibutuhkan pada sistem baru.
          Menentukan  fungsional dan non-fungsional dari sistem baru.
Contoh Kasus
(Sistem Informasi Rawat Jalan Poliklinik ABC)
1. Identifikasi Masalah
          Permasalahan yang terjadi di Poliklinik ABC adalah sebagai berikut:
         Data-data yang disimpan di poliklinik masih berjalan secara manual, padahal Kebutuhan akan data-data pasien rawat jalan, rekam medis pasien serta dokter yang mengerjakan tiap pasien meningkat
         Sistem yang dijalankan belum sepenuhnya membantu  pekerjaan, karena kebutuhan akan data yang efektif dan efisien serta saat dibutuhkan (availability)  belum bisa terpenuhi
         Penyediaan data yang banyak menyebabkan informasi sangat kurang

2.  Analisis Sistem
         Penyimpanan data dalam bentuk kertas atau manual dapat menimbulkan resiko yang cukup besar, seperti kebakaran, rusak atau bencana alam yang bisa mengakibatkan data-data penting  hilang, sehingga dapat diperlukan sistem yang bisa menyimpan data lebih aman
         Kebutuhan akan data yang efektif dan efisien serta ada saat dibutuhkan (availability) menjadi alasan utama untuk penyediaan informasi yang akurat
         Data yang kurang lengkap menyebabkan pelayanan kesehatan juga kurang, karena data tidak tersusun rapi dan susahnya pencarian data yang  kurangnya informasi dari data tersebut .
         
Dari berbagai alasan yang telah diungkapkan di atas, maka pengembangan Sistem Informasi Rawat Jalan Poliklinik ABC ini dibuat untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang muncul.
3. Analisis Kebutuhan
}  Data yang dibutuhkan
         Data Pasien        : nama pasien, alamat, jenis kelamin, tanggal lahir, agama, golongan darah, status, alergi,  pekerjaan, telepon,
         Data Dokter        : nama dokter, alamat, jenis kelamin, tanggal lahir, spesialisasi, telepon.
         Data Obat            : nama obat, jenis obat, aturan pakai, harga, efek samping, kadaluarsa,  takaran, produsen.
}  Data Admin/Petugas:
        nama petugas, alamat, jenis kelamin, tanggal lahir, telepon.
}  Data Pemeriksaan:
        data pasien, data dokter, keluhan, diagnosa, perlakuan/pemeriksaan, data obat, tanggal periksa.
}  Data Biaya:
        data pasien, pemeriksaan, total harga obat
}  *) untuk nomor_id, tidak dicantumkan disini tidak apa, dicantumkan juga boleh
}  Kebutuhan fungsional
        Fungsi dari sistem ini adalah :
}  proses login untuk dokter dan petugas
}  proses pengelolaan data pasien, meliputi input, update dan delete
}  proses pengelolaan data dokter, meliputi input, update dan delete
}  proses pengelolaan data petugas, meliputi input, update dan delete
}  proses pendaftaran pasien, baik daftar baru atau pendaftaran untuk periksa dilakukan oleh user petugas
}  proses searching/pencarian data  seperti  data pasien, data dokter, data petugas, data pemeriksaan, data obat
}  proses pemeriksaan, dilakukan oleh user dokter
}  proses pemberian obat, dilakukan oleh petugas untuk diberikan kepada pasien


Minggu, 15 Mei 2016

PERLINDUNGAN ASPEK CONFIDENTIALITY, INTEGRITY, AVAILABILITY PADA ISMS

APA ITU ISMS ?
Information Security Management System (ISMS) atau yang di Indonesia biasa disebut sebagai SMKI (Sistem Manajemen Keamanan Informasi) adalah sebuah rencana manajemen yang menspesifikasikan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan untuk implementasi kontrol keamanan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. ISMS diprogram untuk melindungi asset informasi dari seluruh gangguan keamanan.
Contohnya ISO27K adalah sebuah seri dari standar internasional untuk manajemen keamanan informasi. Standar ini mencakup seluruh tipe organisasi (Contohnya perusahaan komersial, agen pemerintahan, organisasi nir-laba, dll) dan seluruh ukuran bisnis, mulai dari usaha kecil hingga perusahaan besar multinasional.
ISMS juga dapat disebut sebagai sebuah proses dari mengaplikasikan kontrol manajemen keamanan di dalam sebuah organisasi untuk mendapatkan servis keamanan agar dapat memastikan keberlangsungan bisnis. Servis keamanan informasi terdiri dari perlindungan terhadap aspek-aspek seperti berikut:
1. Confidentiality (kerahasiaan) adalah aspek yang menjamin tentang kerahasiaan data atau informasi, dipastikan bahwa informasi hanya dapat diakses oleh orang yang berwenang dan menjamin kerahasiaan data yang dikirim, diterima ataupun disimpan.
2. Integrity (integritas) adalah aspek yang menjamin bahwa data tidak bisa dirubah tanpa ada ijin dari pihak yang berwenang (authorized), juga menjaga keakuratan data dan keutuhan informasi.
3. Availability (ketersediaan) adalah aspek yang menjamin bahwa data akan tersedia saat dibutuhkan, memastikan user dapat menggunakan informasi dan perangkat terkait (aset yang berhubungan bilamana diperlukan).



Gambar 1 Elemen-elemen keamanan informasi

ISMS juga menstandarkan sebuah model bernama Plan-Do-Check-Act (PDCA), yang diaplikasikan ke struktur di dalam seluruh proses ISMS. Gambar dibawah mengilustrasikan model PDCA

1. Plan: Adalah proses membangun ISMS dengan cara mengaplikasikan kebijakan-kebijakan dan objektif-objektif dari ISMS termasuk membangun prosedur yang menitikberatkan pada mengelola risiko.
2. Do: Adalah proses mengimplementasi dan mengoperasikan ISMS yang telah direncanakan di langkap sebelumnya.
3. Check: Adalah proses pemantauan/monitoring dan peninjauan/reviewing ISMS dengan cara mengukur performa terhadap kontrol yang telah diaplikasikan, termasuk kebijakan, dan pada akhirnya mengeluarkan hasilnya untuk ditinjau oleh manajemen.
4. Act: Berdasarkan peninjauan dari manajemen dari langkah sebelumnya, peningkatan dari ISMS yang telah diaplikasikan akan mengambil tempatnya.

MANFAAT
Keamanan informasi merupakan suatu upaya dalam mengamankan aset informasi yang dimiliki. Keamanan informasi fokusnya justru pada data atau informasi milik perusahaan. Usaha usaha yang dilakukan adalah merencanakan, mengembangkan serta mengawasi semua kegiatan terkait dengan bagaimana data dan informasi bisnis dapat digunakan sesuai dengan fungsinya dan tidak disalahgunakan atau dibocorkan ke pihak-pihak yang tidak berkepentingan.
Berdasarkan penjelasan tersebut, keamanan teknologi informasi merupakan bagian dari keseluruhan aspek keamanan informasi. Karena teknologi informasi merupakan salah satu alat penting dalam mengamankan akses serta penggunaan dari data dan informasi perusahaan. Dari pemahaman ini pula, kita akan tahu bahwa teknologi informasi bukanlah satu-satunya yang memungkinkan terwujudnya konsep keamanan informasi di perusahaan.

MENGAPA DIPERLUKAN KEAMANAN INFORMASI?
Keamanan informasi memlindungi informasi dari ancaman untuk memastikan kelanjutan usaha, memperkecil rugi perusahaan dan memaksimalkan keuntungan atas investasi dan kesempatan usaha. Manajemen sistem informasi memungkinkan data untuk terdistribusi secara elektronik, sehingga diperlukan sistem untuk memastikan data telah terkirim dan diterima oleh user yang benar.
Hasil survey ISBS (Information Security Breaches Survey) pada tahun 2000 menunjukkan bahwa sebagian besar data atau informasi tidak cukup terpelihara/terlindungi sehingga beralasan kerawanan. Hasil survey yang terkait dengan hal ini dapat dilihat dalam gambar berikut:
Gambar 2 Grafik persentase ancaman keamanan sistem informasi
Survey tersebut juga menunjukkan bahwa 60% organisasi mengalami serangan atau kerusakan data karena kelemahan dalam sistem keamanan. Kegagalan sistem keamanan lebih banyak disebabkan oleh faktor internal dibandingkan dengan faktor eksternal. Faktor internal ini diantaranya kesalahan dalam pengoperasian sistem (40%) dan diskontinuitas power supply (32%).
Hasil survey ISBS tahun 2004-2006 menunjukkan bahwa terdapat banyak jaringan bisnis di Inggris (UK) telah mendapatkan serangan dari luar.
Gambar 3 UK business network attack

Langkah-langkah untuk memastikan bahwa sistem benar-benar mampu menjamin keamanan data dan informasi dapat dilakukan dengan menerapkan kunci-kunci pengendalian yang teridentifikasi dalam standar ini

Rabu, 04 Mei 2016

Kualitas Pelayanan E-Billing

KELOMPOK E-BILLING
1.     Apakah itu E-Billing ?
2.     Keuntungan dan Kekurangan E-Billing
3.     Manfaat dan Efisiensi E-Billing
4.     Kasus dalam Penerapan E-Billing
5.     Penanganan dalam Penerapan Kasus E-Billing

1. Apa sih E-Billing itu ?

Secara singkatnya e-billing adalah sistem pembayaran pajak secara online atau secara elektronik. Saat ini pengguna dalam membayar pajak dapat lebih mudah memenuhi kewajibannya membayar pajak dengan memanfaatkan fasilitas elektronik yang disediakan oleh DJP atau Direktoran Jenderal Pajak menggunakan billing system. Pembayaran pajak tersebut dapat meliputi pembayaran dalam mata uang rupiah dan dollar amerika serikat. Transaksi pembayaran pajak secara elektronik dilakukan dengan menggunakan kode billing. Kode billing adalah kode identifikasi yang diterbitkan melalui sistem billing dari suatu jenis pembayaran atau setoran yang dilakukan pengguna wajib pajak.

2. Apakah ada Keuntungan dan Kekurangan E-Billing ?

Keuntungan yang  diperoleh dari Billing System

Jika dulu menyetor pajak membutuhkan Surat Setoran Pajak, namun dengan adanya E-Billing ini, Wajib Pajak tidak memerlukan waktu yang lama untuk menyetor pajak, cukup memerlukan perangkat dan internet, Wajib Pajak dapat menyetor pajak dari mana saja. Selain itu keuntungannya sebagai berikut :

Lebih Mudah
Tidak perlu lagi mengantri di loket teller untuk melakukan pembayaran. Sekarang dapat melakukan transaksi pembayaran pajak melalui Internet Banking cukup dari meja kerja, dirumah atau melalui mesin ATM yang temui di sepanjang perjalanan. Tidak perlu lagi membawa lembaran SSP ke Bank atau Kantor Pos Persepsi. Sekarang hanya cukup membawa Kode Billing untuk melakukan transaksi pembayaran pajak yang sudah didapat untuk ditunjukkan ke teller atau dimasukkan sebagai kode pembayaran pajak di mesin ATM atau Internet Banking.

Lebih Cepat
Kini dapat melakukan transaksi pembayaran pajak dalam hitungan menit dari mana pun kita berada. Jika memilih teller Bank sebagai sarana pembayaran, sekarang tidak perlu lagi menunggu lama teller memasukkan data pembayaran pajak, karena Kode Billing yang ditunjukkan akan memudahkan teller mendapatkan data pembayaran berdasarkan data yang telah di input sebelumnya.  Antrian di Bank atau Kantor Pos akan berkurang karena teller tidak perlu lagi untuk memasukkan data si pembayar pajak.

Lebih Akurat
Sistem akan membimbing dalam pengisian SSP elektronik dengan tepat dan benar sesuai dengan transaksi perpajakan, sehingga kesalahan data pembayaran, seperti Kode Akun Pajak dan Kode Jenis Setoran dapat dihindari. Kesalahan memasukkan data yang biasa terjadi di teller dapat diminimalisasi karena data yang muncul pada layar adalah data yang telah diinput sendiri sesuai dengan transaksi.

Kekurangan yang  diperoleh dari Billing System

Ø  Softwarenya masih mudah di hack oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Ø  Jika internet atau listik di sekitar sedang bermasalah atau mati listrik, maka sistem ini juga akan ikut bermasalah, karena sistem ini benar-benar tergantung oleh internet dan listrik.

Ø  Jika softwarenya terkena virus dan seluruh datanya hilang, sulit untuk mencari back upan-nya.

Ø  Menurut para penggunanya, sistem ini masih banyak Bug, dan masih mudah dilumpuhkan. Oleh karena itu keamanan sistem ini masih kurang dan belum terjamin sepenuhnya. Untuk solusinya ada beberapa software yang telah mengeluarkan produk pengamannya seperti yang digunakan di beberapa rumah sakit PPIM FKUB Malang.


3. Manfaat dan Efisiensi E-Billing

            Seperti perekonomian dalam suatu rumah tangga, perekonomian dalam negara juga mengenal sumber-sumber penerimaan dan pos-pos pengeluaran. Pajak merupakan sumber utama penghasilan negara. Tanpa adanya pajak, sebagian besar kegiatan negara sulit untuk dapat dilaksanakan. Penggunaan uang pajak seperti pembiayaan berbagai proyek pembangunan, Pembangunan sarana umum seperti jalan raya, jembatan di desa, sekolah, rumah sakit dan puskesmas, juga kantor polisi dibiayai dengan menggunakan uang dari pajak. Uang pajak juga digunakan dalam rangka memberikan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat. Di setiap warga negara mulai saat dilahirkan sampai  meninggal dunia, menikmati fasilitas dari pemerintah yang semuanya dibiayai dengan uang pajak. Dengan demikian jelas bahwa peranan pajak bagi suatu negara adalah sangat penting dalam menunjang jalannya pemerintahan dan pembiayaan pembangunan. Beberapa pemanfaatan pajak :
·       Pembangunan fasilitas dan infrastruktur
·       Penegakan hukum
·       Alokasi Dana Umum
·       Pemilihan Umum (PEMILU)
·       Subsidi pangan dan BBM
·       Pelayanan Kesehatan
·       Pendidikan
·       Pertahanan dan Keamanan
·       Kelestarian lingkungan hidup dan budaya
·       Transportasi

4. Contoh Kasus dalam penerapan E-Billing
            Salah satu permasalahan dalam penerapan billing system (e-billing) adalah banyak wajib pajak yang lupa password atau PIN. Sebenarnya, kalau mereka masih inget email yang digunakan pada melakukan registrasi, PIN bisa dicari di kotak masuk atau inbox email masing-masing. Sayangnya, permasalahan lupa password ini tidak hanya lupa PIN untuk masuk ke aplikasi https://sse.pajak.go.id/ tetapi juga lupa email yang digunakan itu. Atau, tahu emailnya, tapi lupa passwordnya. Karena biasanya pada saat registrasi, ia dibantu pihak lain, misalnya petugas dimana pada saat itu wajib pajak belum punya email dan email baru dibuatkan oleh pihak lain tersebut.
Yang terjadi di instansi pemerintah, saat pergantian petugas, PIN untuk portal billing pajak lupa tidak disampaikan kepada penggantinya.
Sebab lainnya adalah ketidakpedulian dari wajib pajak. Dianggap urusan pajak hanya sekali seumur hidup saja. Setelah bikin akun billing, dan bayar, lalu dilupakan begitu saja. Email, PIN tidak penah disimpan. Dalam perjalanan waktu ternyata ada lagi kewajiban perpajakan, maka bingung untuk mengingat-ingat PIN dan email. Ada fasilitas menu Lupa PIN, tetapi tetap harus ingat email yang pertama kali digunakan untuk registrasi. Kalau diisi email baru, muncul peringatan user id dan email tidak terdaftar. Untuk solusi masalah tersebut, wajib pajak harus telpon langsung ke call center DJP. Kantor pajak setempat tidak bisa berbuat banyak jika lupa PIN dan email aplikasi https://sse.pajak.go.id/. Berdasarkan pengalaman, jawaban dari petugas call center adalah hanya memberitahukan alamat email yang digunakan. Untuk PIN sepertinya mereka juga tidak bisa mendeteksi. Jadi harus dicari di email tersebut. Masalahnya adalah WP lupa password email.

5. Solusi Kasus Penerapan E-Billing
Pertama, jika memang Anda lupa PIN dan password email maka DJP telah menyediakan SSE generasi kedua, dengan alamat https://sse2.pajak.go.id. Bukalah alamat tersebut, untuk pertama kalinya akan redirect ke alamat: https://djponline.pajak.go.id/account/login dengan tampilan seperti ini:



Jadi seperti akan masuk ke e-filing untuk laporan SPT. Lalu masukkan NPWP. Untuk passwordnya adalah sama dengan password e-filling. Selanjutnya muncul tampilan seperti ini:
Jika lupa password dan lupa email serta tidak menyimpan EFIN, dapat mencetak ulang EFIN di Kantor Pajak terdekat.
Atau bisa masuk lewat alamat ini https://djponline.pajak.go.id, setelah login dengan NPWP dan password e-filing, akan muncul tampilan seperti dibawah ini. Dan perhatikan disana ada menu E-Billing (lingkaran merah). Lalu klik menu tersebut.
Kedua, Anda bisa membuat kode billing melalui SMS. Sayangnya, kemungkinan akan dikenakan pembayaran dengan pulsa.
Ketiga, bila Anda lupa PIN SSE generasi 1 (https://sse.pajak.go.id) dan juga belum pernah menggunakan e-filing, dan belum punya password masuk ke https://djponline.pajak.go.id dan SSE generasi 2 (https://sse2.pajak.go.id). Atau Anda sudah punya password djponline tapi lupa, sudah minta e-fin ke Kantor Pajak, tapi lupa lupa terus. Atau Anda adalah tipe WP yang menurut Anda hanya akan sekali itu membayar pajak dan tidak mau repot-repot punya PIN dan password lagi. Maka, solusinya adalah silakan datang ke Kantor Pajak terdekat. Disana sudah disediakan satu komputer khusus DJP. Ada alamat portal atau web yang hanya bisa diakses di Kantor Pajak yaitu https://billing-djp.intranet.pajak.go.id.
Dengan komputer itu,  Anda bisa langsung membuat kode billing tanpa perlu login. Anda bisa langsung memasukkan NPWP dan seterusnya. Gambarnya seperti dibawah ini:
Cara input datanya:
Hasilnya adalah dalam bentuk file pdf, seperti ini.
Perhatikan pada bagian catatan. Jadi, jelas bahwa tanggung jawab isian kode billing ada pada wajib pajak, meski misalnya dalam membuatnya wajib pajak dibantu petugas Kantor Pajak. Ia hanya sekedar membantu. Bagaimana pun apabila ada kesalahan adalah tanggung jawab si pengguna wajib pajak.  Sehingga, walaupun dibuatkan, wajib pajak tetap harus memeriksa dan meneliti kebenaran isi data kode billing tersebut.
Saya berharap untuk ke depan model billing-intranet yang ada di kantor pajak tersebut bisa disediakan untuk masyarakat melalui internet tanpa harus datang ke Kantor Pajak. Sehingga, akan memudahkan pengguna WP dalam membuat kode billing tanpa registrasi, dan tidak perlu login dan mengingat-ingat PIN atau password.

Jumat, 08 April 2016

SIX SIGMA DAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM)

APA ITU SIX SIGMA ?
Six Sigma yaitu suatu cara untuk mengukur kemungkinan perusahaan dapat membuat atau menghasilkan berbagai produk dengan jumlah cacat nol ( zero defects ).
Seperti proses bagaimana kita tidak akan membuat barang cacat tiap produk atau jasa yang diterima pelanggan, semakin sedikit cacat yang dibuat maka sigma levelnya akan semakin tinggi pula.
Dalam memecahkan suatu masalah, Six Sigma menyediakan beberapa metode metode yang kita singkat sebagai DMAIC. Diantaranya adalah :
  • Define yaitu memvalidasi masalah
  • Measure yaitu megukur masalah tersebut
  • Analyze yaitu mencari sumber atau akar dari masalah
  • Improve yaitu menentukan, memprioritaskan dan mengimplementasikan solusi dari tiap masalah yang sudah di validasi
  • Control yaitu menjaga agar solusi yang diterapkan berjalan agar masalah tidak muncul kembali

Penggunaan Six Sigma sebagai Sistem Manajemen akan membantu organisasi dalam memahami dan mendapatkan solusi yang berdasarkan akar permasalahan.
Namun, pada kenyataannya menerapkannya belum bisa menjamin sebuah  organisasi untuk mencapai peningkatan kinerja yang tinggi.
Untuk itu, six sigma bisa dipakai juga sebagai praktek sistem manajemen yang fokusnya pada empat area:
§  Memahami siapa pelanggan dan kebutuhan pelanggannya
§  Menyeleraskan strategi dan proses-proses inti dalam memenuhi kebutuhan tersebut
§  Menggunakan analisa data untuk memahami masalah
§  Infrastruktur yang kuat, untuk menjamin jalannya aktivitas berjalan dengan lancar

APA ITU TQM ?
Total Management System atau disingkat dengan TQM adalah suatu sistem  manajemen kualitas yang fokusnya kepada Pelanggan dengan melibatkan semua level karyawan dalam melakukan peningkatan atau perbaikan yang secara terus-menerus atau berkesinambungan. Total Quality Management atau TQM ini menggunakan strategi, data dan komunikasi yang efektif ke dalam kegiatan-kegiatan perusahaan. Singkatnya, Total Quality Management (TQM) adalah pendekatan manajemen untuk mencapai keberhasilan jangka panjang melibatkan Kepuasan Pelanggan
Dalam TQM (Total Quality Management), semua anggota  organisasi atau karyawan perusahaan harus aktif dalam melakukan peningkatan proses, produk, layanan dimana mereka bekerja sehingga menghasilkan kualitas yang terbaik dalam produk dan layanan yang pada akhirnya dapat mencapai tujuan kepuasan pelanggan.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN SIX SIGMA
KELEBIHAN SIX SIGMA
1.        Six Sigma dapat diterapkan di bidang usaha apa aja mulai dari rencana  strategi sampai operasional hingga pelayanan pelanggan dilakukan secara maksimal
2.        Six Sigma sangat berpotensi dalam bidang jasa atau non manufaktur, misalnya seperti bidang manajemen, keuangan, pelayanan pelanggan, pemasaran, teknologi informasi dan sebagainya.
3.        Dengan Six Sigma dapat lebih memahami sistem dan dapat memonitor dimana letak kesalahannya.
4.        Six Sigma sifatnya tidak statis. Bila kebutuhan pelanggan berubah, kinerja sigma juga akan berubah.
Selain itu, Six Sigma juga memiliki keuntungan dalam :
·    Pengurangan biaya
·       Perbaikan produktivitas
·       Pertumbuhan pangsa pasar
·       Pengurangan cacat
·       Pengembangan produk / jasa


KEKURANGAN SIX SIGMA
Biaya pelatihan
Untuk memberi pelatihan kepada sejumlah orang atau beberapa orang membutuhkan biaya yang besar dan hanya perusahaan besar saja yang mampu membiayai program Six Sigma ini.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TQM (Total Quality Management)
Kelebihan TQM
a.         TQM tidak mempercayakan semata-mata pada perintah atasan yang memerintah. Oleh  karena  itu,  TQM  adalah  penting  untuk  menetapkan  kerjasama  di dalam  organisasi.
b.        Penerapan TQM merupakan suatu konsep yang menjawab kebutuhan masyarakat saat ini. Sehingga keinginan dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
c.         Penerapan TQM merupakan konsep yang mengajak seluruh masyarakat dan pemerintah untuk membangun bersama mutu pendidikan untuk lebih maju dan berkembang.
Kelemahan TQM
a.    Kualitas sering hanya dijadikan motivasi agar lebih maju, tetapi kenyataannya strategi usaha dan kinerja kurang.
b.    Pada banyak organisasi, apabila pemimpin meninggalkan perusahaannya, kualitas kemudian diabaikan.
c.    Banyak perusahaan yang membuat kualitas  tidak jelas dengan menetapkan tujuan tanpa memilki cara untuk memonitor kemajuan pencapaian tujuan tersebut.
d.  Banyak perusahaan yang membuat kualitas lebih kabur atau tidak jelas dengan menetapkan dalam tujuan yang berdampak positif tanpa memilki cara untuk memonitor kemajuan pencapaian tujuan tersebut.

e.    TQM merupakan aktivitas yang bersifat hanya di dalam departemen di banyak perusahaan. Masing-masing departemen mempunyai kebijakannya sendiri, sehingga tidak mencakup keseluruhan organisasi.